Literasi Keuangan RI Masih Tertinggal dari Inklusi Digital, OJK Dorong Edukasi Masyarakat

INFOVIRAL.NET – Tingkat akses masyarakat Indonesia terhadap layanan keuangan digital terus meningkat. Namun, peningkatan tersebut belum diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sementara indeks literasi keuangan baru berada di 66,46 persen.

Kesenjangan ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum memiliki pemahaman yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

Untuk memperkuat literasi keuangan, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) meluncurkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) ChatPindar. Kedua program tersebut diperkenalkan dalam forum edukasi “Adulting 101: How to Spend Smart and Manage Wisely” di Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan digital harus diimbangi dengan edukasi agar masyarakat memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya sebagai konsumen.

“Literasi keuangan sangat penting agar masyarakat dapat terhindar dari layanan keuangan ilegal dan mampu mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Easycash, Jimmy Muhamad Rifai Gani, mengatakan industri fintech memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi yang mudah diakses.

Selain mengenalkan teknologi finansial, program tersebut juga mengajak generasi muda untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan baik, termasuk menjaga rekam jejak kredit (credit score) sejak dini. Riwayat kredit yang sehat dinilai dapat membuka peluang lebih besar untuk memperoleh pembiayaan pendidikan, modal usaha, maupun kebutuhan produktif lainnya.

Melalui kolaborasi antara OJK, AFTECH, IARFC Indonesia, dunia pendidikan, dan industri fintech, diharapkan literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat sehingga ekosistem keuangan digital menjadi lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *