Tak Terima Dianiaya, Terduga Pelakor di Sampang Resmi Lapor Polisi

Foto Ilustrasi

SAMPANG,INFOVIRAL.NET – Seorang perempuan berinisial M (27) di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, yang dianiaya sekelompok orang, bahkan kemaluannya dilumuri bubuk cabai gara-gara dituduh merebut suami orang beberapa hari yang lalu resmi lapor polisi.

Kuasa hukum korban, Achmad Bahri menuturkan pihaknya telah menyerahkan sedikitnya enam nama terduga pelaku penganiayaan terhadap korban.

“Enam orang perempuan itu ada di lokasi kejadian saat korban dibawa ke tempat praktik bidan,” kata Bahri, kemarin siang.

Enam perempuan itu masing-masing berinisial HT (29) yang diketahui sebagai tenaga kesehatan alias bidan, S (45) ibu kandung HT, dan H (25) sepupu HT. Mereka diketahui turut langsung menganiaya korban. “Ada dua orang lain lagi yang ikut menganiaya korban,” tuturnya.

Bahri juga menjelaskan, dari enam orang terduga pelaku tersebut, tiga di antaranya sudah dikenali identitasnya oleh korban, sementara tiga lainnya baru dikenali sebatas rupa.

Menurut pengakuan korban, empat orang berperan melakukan penganiayaan, termasuk melumuri kemaluan korban dengan bubuk cabai, sedangkan dua orang lainnya hanya berdiam diri meski melihat kejadian itu.

“Yang pasti, kejadian penganiayaan ada videonya dan masing-masing orang cukup jelas perannya,” ucapnya.

Dirinya juga melaporkan pengambil dan penyebar videonya. akibat hal itu beban psikologis kliennya makin terganggu akibat beredarnya video tanpa sensor. Apalagi narasinya menyudutkan korban.

“Ada 10 akun media sosial yang kami laporkan, karena diduga turut menyebarkan video tanpa sensor. Akun itu dinilai turut menyebarluaskan aib korban,”ungkapnya.

Pihaknya berharap agar penyidik Sat Reskrim Polres Sampang bisa mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, baik para pelaku di lokasi kejadian maupun oknum yang merekam dan menyebarkan video penganiayaan tersebut.

“Kami berharap proses hukum ini berjalan transparan dan polisi segera menangkap semua pelakunya,” pungkasnya.

Sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial pada Rabu (12/8/2026).

Dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, sementara seorang perempuan menjambak rambutnya dan perempuan lain memegangi tangan korban.

Korban yang dituding sebagai pelakor terdengar meminta agar pengeroyokan dihentikan dan mengaku meminta maaf.

“Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu),” salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu, Rabu (12/8/2026). (Red)